Everyday Is A Miracle

Be happy and enjoy every single bite of it

Sekolah SD Kelas 1 Di Singapore

12 Comments

Kayaknya belum lama posting di blog ini tentang persiapan masuk sekolah SD di sini, eh gak disangka sekarang udah setahun aja dan si bocah udah resmi naik ke kelas 2. Liburan kenaikan kelas sudah dimulai sejak pertengahan November lalu dan baru akan masuk di kelas yang baru tanggal 2 Januari nanti.

Nah, selama setahun ini tentu saja banyak cerita suka dan dukanya yang sudah banyak diposting juga di blog ini. Selama setahun ini terus terang gua juga suka ngebanding-bandingin sama jaman gua sekolah SD dulu di Jakarta, ataupun dari cerita teman-teman yang anaknya sekolah SD kelas 1 juga di Jakarta.

Tulisan ini gua buat selain sebagai jurnal buat si bocah dan gua sendiri mengenai apa-apa yang terjadi selama kelas 1 SD, juga mungkin berguna buat yang baca yang pengen tau kayak gimana sih sekolah SD di sini, atau mau pindah ke sini tapi bingung apa yang mesti dipersiapkan kalau anaknya mau masuk SD. Semua ini berdasarkan pengalaman pribadi saja, jadi belum tentu sama lho ya di setiap sekolah. Tapi dari sharing ibu-ibu blog yang anaknya juga kelas 1 SD di sini, kayaknya sih harusnya gak jauh-jauh berbeda.

Karena gua gak tau persis sekolah SD kelas 1 di Jakarta tuh sekarang kayak gimana sistem pendidikannya, jadi tulisan ini bukan mau membandingkan dengan sistem pendidikan di Jakarta, bener-bener murni sharing pengalaman. Tulisan ini cuma berlaku buat anak yang akan masuk ke kelas 1 SD, kalau udah kelas 2 dan seterusnya ya beda lagi ceritanya, itu harus ditunggu sampai si bocah sudah menyelesaikan tahapan itu tentu saja.

Oya, sekolah di sini rata-rata adalah public school yang berarti milik pemerintah. Kalau private atau international school tentu saja ceritanya akan jauh berbeda…….yang mana gua juga gak tau soalnya gak ada teman yang anaknya sekolah di sini jadi gak bisa nanya-nanya juga.

Pendaftaran sekolah

Untuk masuk kelas 1 SD di Singapore tidak diperlukan tes. Enggak ada yang namanya tes masuk, tes IQ, tes membaca, matematika, tes kemandirian, bahasa Inggris, dan sebagainya. Syarat utamanya cuma satu, yaitu cukup umur sesuai yang ditentukan. Mau itu sekolah terkenal ataupun neighborhood school sama saja, enggak ada yang namanya tes masuk. Bahkan pernah di TK mana ataupun  punya ijazah TK atau enggak juga gak ditanya. Ini berlaku untuk semua, mulai Singaporean, PR, atau foreigner sekalipun. Pokoknya kalau sudah cukup umur ya harus didaftarkan sekolah SD.

Cuma memang sekolah terkenal yang jadi incaran banyak orang enggak mungkin dimasuki oleh foreigner, karena diprioritaskan untuk Singaporean, baru kalau ada slot kosong PR boleh masuk. Syaratnya ada beberapa tingkatan, mulai dari yang orang tuanya alumni atau ada saudara yang pernah atau sedang sekolah di situ biasanya bisa langsung masuk. Sekolah yang berafiliasi dengan gereja  bisa langsung masuk dengan rekomendasi gereja (kalau banyak yang daftar akan diundi), yang orang tuanya parent volunteer, yang rumahnya jaraknya 1-2 km, nah kalau yang daftar melebihi kapasitas akan diundi (pada saat undian boleh disaksikan oleh seluruh orang tua siswa yang mendaftar, jadi fair dan terbuka).

Cara pendaftaran adalah tinggal datang di hari yang ditentukan dengan membawa dokumen yang diminta, ambil nomor, isi formulir (anak tidak perlu ikut gak papa), pada saat nomor dipanggil serahkan formulir dan dokumen untuk dicek, dikasih tanda terima, dan pulang. Gampang banget kan. Nanti 1-2 hari kemudian silakan cek ke sekolah diterima atau tidak. Kalau yang mendaftar lebih sedikit daripada jumlah kursi, anak sudah pasti diterima, kalau tidak ya tinggal pasrah nunggu hasil undian. Kalau sampai anak tidak dapat tempat di sekolah yang diinginkan, untuk foreigner nanti akan ditentukan oleh Departemen Pendidikan (MOE – Ministry of Education) di sini sekolah mana yang masih lowong dan anak tersebut bisa masuk. Jadi pasti dapat tempat kok, cuma kalau sudah ditentukan oleh MOE ya siap-siap aja dapet sekolah yang agak jauh dari tempat tinggal.

Setelah itu tinggal menunggu surat resmi dari sekolah, datang ikut briefing dan beli seragam serta buku-buku, kemudian siap-siap masuk sekolah di tanggal 2 Januari. Enggak ada uang pangkal atau uang apapun yang harus dibayar (kecuali uang buku dan seragam yaaa…). Uang sekolah baru dibayarkan (dengan cara dirapel mulai bulan Januari) di akhir bulan Februari melalui giro. Jumlahnya juga sama di semua sekolah dan bisa dicek melalui internet ke website MOE. Enggak ada biaya tambahan apa-apa lagi, kecuali kalau misalnya sekolah mau field trip atau ada kegiatan khusus baru diminta bayaran lagi (tapi jumlahnya juga wajar kok).

Fasilitas sekolah

Seperti yang sudah pernah diceritakan, walaupun si bocah sekolahnya di neighborhood school, tapi gedung dan fasilitas sekolahnya enggak kalah keren dari sekolah international di Jakarta………cuma gak pakai AC aja. Malahan menurut gua lebih lengkap dari sekolah international di Jakarta, karena sekolah SD nya aja besarnya sama dengan salah satu sekolah international SD-SMP-SMA digabung jadi satu di Jakarta. Malah ada lapangna sepak bola dan lapangan basket yang lebih besar dari lapangan basket beneran (kayaknya semua SD di sini punya lapangan bola dan lapangan basket). Kalau kolam renang pasti gak ada, tapi kan di sini kolam renang umum tuh bagus-bagus dan murah banget serta ada di setiap area. Jadi gak perlulah ada kolam renang di dalam sekolah. Kelasnya memang gak pakai AC, tapi jendelanya besar-besar dan menghadap ke lapangan atau taman. Di depan kelas koridornya juga lebar-lebar, ada kolam ikan, taman untuk pelajaran science, ruang multimedia, ruang dokter, library, kantin, dan hall. Itu yang pokoknya aja sih sering dipakai sama anak kelas 1 SD. Di tiap kelas ada locker untuk masinh-masing anak, jadi buku-buku pelajaran bisa ditaruh di locker dan gak perlu dibawa pulang setiap hari (lumayan gak beratin tas ya…..).

Kalau buat gua sih gak masalah gak ada AC di sekolah, soalnya AC terus-terusan juga gak terlalu bagus, apalagi udara di luar juga enak dan enggak ada polusi…….maklum tinggal di dalam kompleks yang jarang dilewatin mobil dan cuma ada 1 rute bis yang lewat. Terus juga si bocah kan pernah kena alergi AC parah, jadi satu-satunya saat dia merasa baikan adalah di sekolah, hahaha…….sampai dokternya pernah godain dia katanya sekolah aja terus biar gak kena AC jadi cepet sembuh, hehehe…….

Kantin di sini juga makanan yang dijual gak terlau mahal kok, jadi memang untuk anak kelas 1 SD cuma dianjurkan dibekali uang jajan 1 dollar aja sehari udah cukup. Minuman tinggal bawa botol minum dan ada air dari water fountain di sekolah.

Ada bookshop juga yang jual berbagai keperluan sekolah seperti buku tulis, pensil, penghapus, dll. Nah ini nih godaan terbesar buat anak-anak, mulai beli pensil, penghapus minion, spidol, sticker, kartu mainan dll. Biasanya sih temen-temennya si bocah (termasuk si bocah kadang kalau gak direm-rem) pada hobi main ke bookshop buat bebelian hal gak penting kayak gitu (padahal pensil dan setip mah banyak di rumah kenapa juga harus beli di bookshop sekolah).

Toilet sekolah yang penuh gambar

Toilet sekolah yang penuh gambar

Jam Pelajaran Sekolah

Sekolah si bocah (variatif di tiap sekolah) mulai dari jam 7.40 sampai 13.40. Tapi tiap hari anak-anak sudah harus berkumpul di hall jam 7.20 untuk nyanyi lagu kebangsaan, dengar pengumuman, dan silent reading. Tapi sejak term 2 si bocah masuk jam 7.10 karena ada pelajaran tambahan.

Istirahat cuma satu kali yaitu 30 menit. Nah karena jam istirahat yang cuma sebentar, anak-anak jarang yang bawa atau beli bekal makanan lengkap. Biasanya mereka makan roti atau snack, karena kan waktu yang 30 menit itu harus diatur supaya cukup buat ke toilet, makan, main di lapangan, ke library kalau lagi mau pinjam atau mulangin buku atau mau dengerin story tellig time, dan lari ke kelas begitu bel berbunyi (dan kelasnya itu jauh-jauh dari kantin). Jadi kebayang kan kalau mereka lebih milih makan snack daripada makan nasi dan lauk pauk lengkap di sekolah. Si bocah juga males tuh makan berat di sekolah karena waktu mainnya jadi berkurang. Oya, belum lagi antri buat beli makanan di kantin yang bisa makan waktu lama juga. Kalau di sekolah si bocah jam istirahat dibagai 2, yang satu untuk kelas 1,2, dan 5; dan satunya lagi untuk sisanya. Jadi kantin harus jauh dari kelas supaya gak berisik.

Dengan jam pelajaran yang panjang, kalau pulang sekolah biasanya si bocah udah capek banget. Untung rumahnya deket dari sekolah jadi gak perlu berangkat terlalu pagi dan pulang juga cepat sampai di rumah. Enggak kebayang temen-temennya yang mesti naik bis sekolah dan dijemput pagi -pagi, atau yang rumahnya jauh dan mesti naik kendaraan umum.

Nah, pas jam pulang sekolah banyak anak-anak yang memilih untuk makan dulu di kantin, entah jajan atau dibawain bekal sama yang jemput sekolah. Perkiraan gua sih mereka mau ekskul atau rumahnya jauh jadi makan dulu di kantin.

Nah, pulang sekolah tentunya biasanya masih ada les, PR, ataupun belajar buat exam. Tapi itu sih standar ya semua anak juga begitu. Nanti diceritain lebih lanjut di bawah.

Teman-Teman Sekolah

Di sekolah si bocah ini teman-temannya banyak dari berbagai negara, dan anak-anak diajari untuk menghargai masing-masing budaya dari berbagai negara, mulai dari Social Study tiap minggu di kelas, Racial Harmony Day, International Student Day, dan beberapa kegiatan lain. Selama ini sih gak ada masalah mereka bisa berteman walaupun berbeda-beda bangsa, warna kulit, dan bahasa. Di beberapa acara sekolah juga mereka diperkenalkan dengan makanan dari negara tertentu, kebudayaannya, musiknya, dll.

Anak-anak di sini rata-rata pergi sekolah jalan kaki, naik angkutan umum, naik bus sekolah, dan ada beberapa tapi sedikit sekali yang diantar dan dijemput pakai mobil. Di sini mobil tidak boleh masuk ke dalam sekolah kecuali hujan. Jadi berbeda banget sama sekolah TK-nya di Jakarta yang sebagain besar diantar jemput pakai mobil, di sini jarang sekali ada pemandangan kayak gitu. Jadi gak bikin macet, hahaha………

Tapi bagusnya jadi kan anak gua bisa diajarin down to earth yaaaa……..maksudnya it’s oke kalau gak ada mobil dan harus jalan kaki atau naik bus ke sekolah. Malahan kadang kalau hujan besar pun anaknya tetep lebih milih jalan kaki ketimbang dianter pake mobil, malu katanya, hahaha………..Padahal alasan gua nyuruh dia naik mobil aja cuma satu………….males nyuci sepatu putihnya yang kena lumpur dan air hujan, hahahaha………….

Di sini teman-temannya banyak yang ke child care center kalau pulang sekolah (orang tuanya kerja dan gak ada yang jaga di rumah). Si bocah udah wanti-wanti bilang gua gak boleh kerja soalnya dia gak mau ke child care center kalau pulang sekolah soalnya gak enak gak ada tempat tidurnya, hehehe……

Terus guru sama temennya juga gak ada yang suka kepo nanya ke mana aja kalau habis liburan, hahaha………Kalau dulu kan di TK suka ditanya dan bilang aku dari Amerika Miss, aku dari Perancis Miss…….bikin si bocah ngiri aja…………Kalau di sini paling mereka cerita-cerita sendiri aja dan gak ada tuh si bocah perasaan iri atau kepengen gitu, biasa-biasa aja. Mungkin juga karena gak ada yang heboh sampe ke Perancis, hahaha………..

Oya, di sini juga ada anak-anak dari keluarga kurang mampu yang dapat bantuan uang sekolah, buku-buku, dan kupon makan siang. Biasanya sih anak-anak satu kelas tau semua siapa yang dapat kupon makan siang karena dibagikan di kelas, tapi kayaknya gak ada yang minder, dan si bocah sama teman-temannya juga gak ada yang permasalahin atau mengejek mereka, jadi bener-bener biasa-biasa aja. Kayaknya sih mereka sudah diajarkan perbedaan-perbedaan kayak gini dari kecil ya, jadi gak ada masalah status sosial di sini. Enggak tau nanti kalau sudah SMP apa ceritanya lain lagi…….

Kalau gua perhatiin, anak-anak di sini juga gak selalu beli seragam dan sepatu baru tiap tahun, Taunya dari mana? Soalnya kalau gua liat banyak yang seragam dan sepatunya udah butek-butek warnanya, hahaha……..tapi ya selama masih bisa dipakai ya silahkan aja. Si bocah juga gak beli seragam baru buat kelas 2 karena masih cukup, kalau sepatu udah pernah beli sekali karena jebol. Karena sepatunya putih (di sini sepatu sekolah kebanyakan putih), jadi cepet kotornya dan berakibat sering dicuci dan disikat, dan berakibat gampang jebol pastinya.

Di sini anak-anak yang lebih besar diajarkan untuk mengalah sama yang kecil dan jadi buddy buat mereka. Jadi anak-anak kelas 5 nanti akan jadi buddy buat anak-anak kelas 1 yang baru masuk selama 3 hari (sekolah lain ada yang lebih dari 3 hari). Tapi di luar itu katanya sih buddy-nya si bocah sampai sekarang masih suka say hai kalau ketemu atau tanya-tanya. Ini udah pernah gua ceritain juga di post sebelumnya, kalau buddy itu kerjanya nemenin anak kelas 1 ke kantin, ngajarin cara beli makanan, tour keliling sekolah buat nunjukin ada apa aja di sekolah, nganter ke toilet, ngajakin main, dan bahkan bawain makanan atau minuman anak-anak kicik itu yang habis dibeli di kantin ke tempat duduknya. Pokoknya pengenalan sekolah deh. Kayaknya sih semua anak rata-rata bangga kalau udah kelas 5 terus bisa jadi buddy buat adik kelasnya. Jadi di sekolahnya sih sejauh ini gak ada anak besar yang nge-bully yang kecil, karena dari awal udah diajarin kalau mereka tuh harus ngemong adiknya. Kalau lagi baris atau keluar untuk dijemput juga biasanya yang kelas dua mesti di belakang yang kecil.

Terus apakah gak ada anak yang bandel di sini? Oya tentu saja banyak, namanya juga anak-anak. Mulai dari yang dorong temennya, ngetawain temennya, ngejek temennya, mukul temennya, dll khas anak-anak. Cuma biasanya sih yang diisengin langsung lapor ke guru atau kepala sekolah kalau perlu, hahaha…….Masih wajarlah khas anak-anak, terutama bawel-bawel dan suka ribut di kelas sih jangan ditanya lagi deh, buanyak banget itu pastinya. Sampai-sampai papanya si bocah bilang, kalau dia jadi guru SD sih gak sanggup deh karena anaknya berisik-berisik banget, hahaha………

Di Kelas

Orang tua pernah diundang untuk ngeliat langsung pelajaran di sekolah dan gimana interaksi di kelas. Yang gua perhatikan, kelebihan anak-anak di sini adalah…………berisik banget, hahaha……..

Mereka berani angkat tangan kalaupun ditanya walaupun gak tau jawabannya, hihihi……..beda sama si bocah yang walaupun tau tapi malu-malu angkat tangan sampai akhirnya ditunjuk sama gurunya. Ini juga sempet jadi concern gurunya karena si bocah suka malu angkat tangan (ya abis kan kalau di Jakarta gak dibiasain begitu di sekolahnya, angkat tangan kalau salah kan diomelin ya kalau gua dulu SD). Jadi si bocah suka takut salah dan gak berani angkat tangan, padahal temennya mah cuek aja tuh, mau salah mau bener yang penting angkat tangan duluan, hahaha……..

Terus anak-anak itu kalau mereka gak ngerti atau gak setuju sama gurunya juga langsung angkat tangan dan ngomong (kadang sebelum disuruh ngomong udah nyerocos duluan bikin gurunya emosi, hihihi………). Jadi pas gua ngeliat langsung di kelas kayak begitu ya cukup surprise juga karena baru kelas 1 kok pada vokal-vokal banget sih adik-adik…….?

Terus cara mereka belajar di kelas juga gak duduk aja satu-satu di bangku masing-masing dari pagi sampai siang. Seringkali mereka duduk berkelompok, duduk di lantai, pergi ke taman, dsb. Jadi jarang banget mereka duduk satu-satu gitu.

Khusus untuk kelas satu (ini juga diperkuat dari cerita salah satu mantan guru kelas 3 yang gua kenal), guru-guru ini harus lebih banyak mengajar dalam bentuk permainan. Jadi mereka harus kreatif menciptakan games-games untuk pelajaran matematika, bahasa inggris, dsbnya.

Pelajaran di kelas selain menggunakan papan tulis dan spidol, juga menggunakan video atau visual. Jadi di tiap kelas ada layar, komputer, infokus, dan juga peralatan musik atau stereo begitu. Biasanya bahan pelajaran sudah disiapkan di komputer dan tinggal ditampilkan di screen saja.

Oya, di sini tuh biasanya orang tua gak ngasih hadiah ke guru kalau kenaikan kelas, kita ngasih hadiah hanya pas teacher’s day. Itupun biasanya sederhana saja, boleh kok cuma kasih kartu ucapan aja. Malahan banyak yang akhirnya bikin kue sendiri, bikin notes sendiri, dll untuk diberikan ke gurunya. Pokoknya simple aja.

Character Development

Di sini tuh gak ada pelajaran agama. Tapi moral dan character development mendapat porsi yang sama dengan pelajaran sekolah (academic). Jadi prestasi murid gak cuma diukur dari academic performance saja. Misalnya di sekolah si bocah setiap akhir term akan dipilih murid terbaik di kelas dan akan diberikan pin untuk dipakai setiap hari. Kriterianya selain pintar juga harus berkelakukan baik. Ada temen si bocah yang pintar tapi agak bandel, nah dia gak dapet deh pin itu. Si bocah akhirnya yang dapet di term 1, and yes he was super proud at that time……………dan sebagai orang tua juga tentunya bangga dong ya karena berarti dia bisa ngikutin pelajaran di sekolah dan adaptasi dengan kulturnya yang baru.

Pin

Bangga waktu dapet Pin…..

Di kelas 1 ini yang ditekankan adalah teamwork dan leadership. Di kelas anak-anak dibagi jadi beberapa grup dan harus mengerjakan banyak sekali hal-hal atau pelajaran sekolah di grup. Nanti ada nilai grup yang akan dijumlahkan di akhir term. Nah, kalau ada anggota grup yang bandel atau berisik di kelas atau lupa bawa PR atau kurang bisa mengerjakan pekerjaan sekolah, itu akan berpengaruh ke nilai grup. Jadi anggota grup harus mengingatkan temennya juga atau membantu kalau kesulitan. Nanti ada kompetisi antar grup juga, misalnya membuat pekerjaan tangan, dsb.

Nanti setiap anak akan digilir untuk jadi ketua grup dan di situlah mereka bisa menunjukkan leadershipnya, gimana kalau ada yang malas, yang berisik di kelas harus ditegur,  mengkoordinir kegiatan grup, dsb.

Kalau mereka menunjukkan value tertentu misalnya integity, responsibility, dsb nya juga akan ada reward berupa sticker yang bisa dikumpulkan. Biasanya ada reward tertentu yang stikernya banyak atau fotonya ditempel di sekolah kalau mereka menunjukkan value sesuai dengan yang diinginkan oleh sekolahnya. Kayak mengembalikan pensil yang ditemukan di kelas juga berhak dapat stiker lho dan orang tua juga tau dan harus tanda tangan di kolom khusus di buku agenda, jadi mulai dari hal-hal kecil seperti ini mereka sudah dhargai sekali.

Kalau gua merasa sih di sini character development juga ditekankan banget dan medapat porsi yang cukup besar melalui kegiatan belajar mengajar ataupun di luar jam pelajaran.

Pelajaran Sekolah

Barusan baca di detik.com katanya Singapore mendapat peringkat kedua di dunia (dari 65 negara yang bersedia disurvey) untuk pengetahuan matematika murid-muridnya, dan peringkat ketiga untuk kemampuan membaca dan science. Indonesia ada di mana dong? Indonesia peringkat kedua juga, tapi sayangnya kedua dari bawah…….heran ya padahal banyak anak-anak Indonesia yang menang olimpiade matematika dan science lho, kok bisa sih di bawah banget peringkatnya? Kalau gua bilang itu karena kualitas pendidikan di Indonesia belum seragam di semua wilayah, cuma daerah tertentu dan sekolah tertentu saja yang bagus. Kedua adalah karena yang dites di survey itu bukan cuma kemampuan matematikan dan science, tapi juga bagaimana mereka mengerti dalam aplikasinya sehari-hari. Ya wajarlah Indonesia ada di bawah, lha yang gua inget dari dulu gua sekolah perasaan banyak menghafalnya tapi gak tau fungsinya buat apa itu menghafal sampai jam 2 pagi dan pagi-pagi buta mesti bangun lagi buat menghafal lagi karena mau ulangan hari itu…………….belum lagi rumus matematika yang bikin pusing tapi bingung buat apa sih belajar aljabra dan geometri atau trigonometri sampe mabok………..

Nah, gimana sih sistem belajarnya anak kelas 1 SD sampai mereka bisa masuk di ranking dua? Pastilah fondasinya dari kelas 1 SD dong ya, terus naik lagi ke atasnya.

Apakah anak-anak di sini stress dan pelajarannya berat banget sampai mereka gak ada waktu buat main? Jawabannya adalah gua gak tau, hahaha………karena kan masing-masing sekolah kan beda-beda ceritanya. Ini cerita pengalaman pribadi aja yaaa……

Selama ini sih, dan moga-moga juga seterusnya…………..si bocah seneng sekolah, dan suka ngambek kalau gak boleh sekolah gara-gara sakit. Buat gua selama dia seneng sekolah sih ya gua fine-fine aja, enggak masalah sekolah itu sekolah terkenal atau neighborhood school. Malah bagusnya, kalau neighborhood school si bocah bisa cukup berprestasi di akademiknya dan dia jadi lebih percaya diri di sekolah. Apalagi banyak anak asing yang kemampuan bahasa mandarinnya juga sama hopeless-nya, hahaha…….jadi si bocah bisa lumayan unjuk gigi deh di antara yang sama-sama gak bisa.

Nah, gimana kalau kejadian kayak gitu yaitu bahasa mandarinnya sama-sama masih basic banget? Terus kan murid-murid gak dites masuk ya, nah gimana dong kalau kemampuan mereka beda-beda?

Jawabannya, ya mereka harus menyesuaikan diri dengan cepat, biasanya mereka ikut tuition di luar sekolah. Atau kalaupun enggak, di sekolah menyediakan pelajaran tambahan gratis. Si bocah ikut kebagian tambahan pelajaran bahasa mandarin seminggu 4 kali yang dimulai jam 7.10. Temennya ada yang ikut pelajaran tambahan inggris ataupun matematika. Di sini kelas mandarin dibagi 3, dan si bocah udah naik ke kelas intermediate.

Keuntungan neighborhood school adalah jumlah murid yang gak terlalu banyak, di kelas si bocah muridnya gak sampai 30. Dan karena sekolahnya gak komersial, makanya mereka gak permasalahin jumlah murid yang diajar ataupun pembagian kelas. Misalnya chinese class yang intermediate cuma ada 9 anak yang lolos masuk ke kelas itu, ya tetap dibuka kelas intermediate. Untuk matematika cuma ada 1 anak yang kurang dari kelas si bocah, ya tetep ada guru khusus yang mengajar anak itu (mungkin digabung sama kelas lain jumlahnya lebih dari 1 pastinya). Belajarnya bisa di mana saja, gak harus di kelas, kadang juga di ruangan multimedia yang lagi kosong bisa dipakai jadi kelas pelajaran tambahan. Bahasa inggris juga begitu, untuk pelajaran membaca di kelasnya dibagi basic, intermediate, dan advance. Jadi tugas membacanya disesuaikan sama pembagian itu.

Pelajaran utama di kelas 1 adalah matematika, bahasa inggris, dan mother tongue (pilih antara chinese, malay, atau tamil). Pelajaran tambahan lain adalah science, olahraga, musik, social study, character development sesuai mother tongue pilihannya, dan art. Setiap hari pasti ada 3 pelajaran utama itu.

Eksul untuk kelas 1 dan 2 sudah dimasukkan ke jam pelajaran di sekolah dan sudah ditentukan oleh sekolah. Tapi ekskulnya asik2 lho, sampe pernah ada bikin tenda outdoor, kejar-kejaran di lapangan, bikin art dari gambar temennya yang dicetak di karton, sampai latihan nari segala.

IMG_0912

Salah satu kegiatan ekskul outdoor education adalah belajar mendirikan tenda

IMG_0913

Salah satu pelajaran outdoor exploration, yaitu mengamati lingkungan sekitar sekolah

Pelajaran science di sini sama sekali gak ada hafalannya kalau untuk kelas 1 SD, dan gak ada examnya. Pelajarannya kebanyakan di luar ruang, misalnya ke taman ngeliat binatang dan tanaman, ke kolam (temennya ada yang pernah kecemplung waktu pelajaran science ini, hihihi…..), ke magrove park, ke zoo, acara science day di mana anak-anak nyaris seharian penuh melakukan eskplorasi science, mencari tahu tentang binatang tertentu dari buku, dan ada juga pelajaran di kelas yang banyak melibatkan menggambar dan mewarnai hal-hal yang berkaitan dengan science. Tapi semuanya sifatnya pengetahuan umum dan murid tidak diminta menghafal. Si bocah yang memang seneng hal-hal beginian tentu saja suka sama pelajaran science.

IMG_0857

Salah satu materi science magic workshop (science day)

Untuk science juga anak-anak diajarkan untuk go green (dan katanya sih sekolahnya termasuk salah satu penerima penghargaan sekolah yang paling go green). Jadi anak-anak diajar untuk reuse, reduce, and recycle. Sampai sekarang si bocah kalau buang karton maunya di tempat sampah khusus recycle. Jadi sering ada kejadian kotak susu atau karton biskuit berhari-hari ngendon di rumah gara-gara maunya dibuang di kotak recycle. Ya abis mamanya males sih nganterin ke kotak sampah recycle, hehehe…….padahal sih cuma tinggal nyebrang doang, tapi ya namanya males………….masa buang sampah aja mesti keluar rumah seeehhhh……

IMG_0836

Salah satu tugas science

Untuk kelas 1 SD, sebetulnya belum ada jadwal ulangan resmi karena seharusnya belum ada exam (ini sama di semua sekolah). Tapi sih tetep aja ada exam walaupun kadang-kadang mendadak dan gak dikasih tau. Jadi sebetulnya gak bikin stress orang tua dengan jadwal ulangan yang seabrek-abrek. Untuk examnya sih gak perlu kuatir, karena yang diuji adalah apa yang diajarkan, gak ada pertanyaan yang susah atau menjebak kayak gimana gitu. Pokoknya selama bisa ngikutin pelajaran di sekolah dan rajin bikin PR sih biasanya bisa kok ngerjain exam.

Untuk PR, awal-awal kelas 1 SD biasanya belum ada PR, terus term 2 mulai ada PR sedikit dan makin lama makin banyak. Tapi frekuensinya gak setiap hari kok.

Nah, sekarang untuk matematika……..kalau gua perhatikan sih pelajaran matematikan di Jakarta untuk kelas 1 SD jauh lebih maju dan lebih susah daripada di sini. Kalau di sini pelajaran yang sama bisa diulang-ulang terus, divariasi dengan soal cerita, games, dan ada khusus activity problem solving-nya. Jadi memang kesannya lama majunya dan diulang-ulang. Di sini dituntut penguasaan bahasa inggris yang baik dari si anak, karena banyak soal ceritanya. Si bocah juga kadang suka bingung di awal-awal sekolah dengan kalimat bahasa inggris panjang-panjangnya, tapi sekarang sih enggak kok. Apalagi bagian soal problem solving yang ceritanya panjang dan harus betul-betul dipikir dahulu sebelum menjawab, kalau gak ngerti soalnya ya bye bye deh……gak bakal bisa ngerjain. Tapi ya mungkin itulah kelebihan pelajaran matematika di sini, diajarkan cara penerapannya juga bukan cuma teori.

IMG_0854

Bundelan pelajaran matematika yang dibawa pulang ke rumah di akhir term

Untuk bahasa inggris, sebaiknya anak pada waktu masuk sekolah sudah bisa membaca dan menulis dengan cukup lancar, karena waktu masuk sekolah udah gak diajarin lagi baca tulis. Sekarang sih pelajarannya sudah masuk ke tenses, termasuk menghafalkan past tense. Untuk bahasa inggris, setelah diajarkan sesuatu biasanya ada soal-soal yang harus dijawab, dan diaplikasikan dalam bentuk……..membuat karangan atau composition, dari mulai 1 baris, beberapa baris, setengah halaman, satu halaman, sampai terakhir si bocah sudah mengarang 2 halaman A4 bolak-balik. Ini perasaan gua dulu SMA aja gak pernah disuruh mengarang pake bahasa inggris sebanyak ini ya…….Jadi misalnya habis belajar past tense, ya nanti akan diminta membuat composition yang menggunakan past tense, dan seterusnya.

IMG_0886

Menggambar cerita di pelajaran bahasa inggris

Terus juga biasanya anak-anak mendengarkan cerita dan diminta menjawab pertanyaan dari cerita tersebut atau menggambar cerita tersebut.

Lalu anak-anak wajib bawa buku setiap hari untuk dibaca di pagi hari atau kalau ada waktu luang di sekolah atau ada jam pelajaran untuk tukeran buku dengan temannya di sekolah. Jadi membaca dan mengarang tuh udah merupakan bagian wajib dari pelajaran bahasa inggris. Menurut gua sih pelajaran bahasa inggris untuk kelas 1 nya sudah termasuk advance ya, kalau dilihat dari tingkat kesulitannya. Dan gua juga suka cara belajar yang interaktif kayak gini, banyak gambar, ada mewarnai, ada mendengarkan cerita, dan membuat karangan.

IMG_0838

Daftar buku yang bisa dipilih untuk tugas membaca (biasanya tiap Jumat dan dikumpul di hari Senin)

IMG_0841

Nah, setelah bukunya dibaca, ada tugas dan pertanyaan yang harus dijawab. Ini salah satunya

Belajar bahasa inggris juga bisa jadi fun banget, misalnya waktu mereka belajar tentang savanna, ada kegiatan lomba membuat savanna dari karton, rumput, kapas, ranting antar grup, terus ada karaoke segala, hahaha……

IMG_0859

Membuat kalimat dan mengarang cerita

Kalau chinese lesson, begitu masuk di kelas intermediate ini gurunya udah mulai full ngomong mandarin, enggak kayak dulu waktu di kelas basic di mana gurunya masih campur ngomong Inggris. Di sini juga kalimatnya mulai susah dan diktenya udah mulai panjang-panjang. Untuk kelas mandarin ini, ada prakteknya berupa story telling dan belanja di kantin pakai bahasa mandarin. Nanti kelas 2 sudah mulai ada composition, enggak tau deh gimana jadinya……..itu cerita tahun depan aja.

IMG_0908

Chinese storytelling, diminta cerita tentang teman baiknya di sekolah, si bocah gambar dua temannya sebagai alat peraga

Kegiatan Sekolah

Selain kegiatan belajar mengajar, di sekolah juga ada banyak kegiatan lain seperti breakfast together (harus bawa makanan sehat), ice cream day, friday fruit day, sandwich day, field trip, ke park, ke teater, sports day, perayaan seperti imlek, idul fitri, deepavali, international student day, teacher’s day, children’s day, terus ada donation day,dll. Lumayan banyak deh kegiatan lain-lain, biasanya sih di jam pelajaran sekolah, cuma ada 2 atau 3 kali aja yang ambil jam di luar jam sekolah.

IMG_0911

Setelah eksplorasi ke mangrove swamp, anak-anak diminta menggambar, dan inilah hasil gambar si bocah

Sejauh ini sih si bocah senang dan semangat ikut kegiatan-kegiatan sekolahnya. Apalagi waktu mau class performance di akhir tahun, semangat banget deh si bocah latihan di rumah. Kayaknya dulu gua SD kelas 1 gak seasik ini sih sekolahnya, malahan dulu pas SD kayaknya gua seneng kalo sakit jadi kan gak usah sekolah, hahaha………..

Bikin kartu untuk friendship week card

Bikin kartu untuk friendship week

Oya, guru-gurunya juga sering kasih hadiah kayak pensil, stiker, penghapus, dll di kelas buat anak yang bisa jawab pertanyaan, attitudenya bagus, atau bisa mengerjakan perkerjaan sekolah dengan baik. Jadi lumayan buat nyetock pensil di rumah, soalnya kan pensil adalah barang yang sering hilang di sekolah……..

Libur Sekolah

Sekolah di sini dibagi jadi 4 term. Setelah term 1 dan 3, ada libur 1 minggu. Setelah term 2, libur 1 bulan. Setelah term 4, libur 1.5 bulan. Di luar itu ada libur PSLE (ujian anak kelas 6) selama 3 hari, PSLE marking days selama 1 minggu, hari libur resmi nasional, dan tambahannya ada student day, teacher’s day, dan lain lain lupa deh, tapi intinya sih libur itu lumayan banyak dan sering apalagi di term 4. Oya, kalau hari libur nasional jatuh di hari sabtu atau minggu, maka sekolah akan libur di hari seninnya. Enak kan ya…..liburnya ditotal-total banyak juga kok jadinya.

Adaptasi

Dari gaya bicaranya sekarang, si bocah kalo ngomong udah singlish banget, hahaha……..tapi sih so far grammarnya masih betul kok. Kalo logat udah singlish sih gua rasa wajar ya, karena kan pergaulan sehari-hari sama temennya tuh ya begitu cara ngomongnya, lagian sih harusnya anak bisa lebih diterima di lingkungannya kalau gaya ngomongnya sejenis.

Untuk bisa adaptasi cepat di sekolah SD kelas 1, sebaiknya sih paling tidak sudah harus lancar baca tulis bahasa inggris, mengerti tenses paling tidak present tense, dan rajin baca buku bahasa inggris. Anak-anak di sini tuh hampir semua hobi baca buku, dan di sekolah juga wajib ada pelajarab membaca dan ada tugas yang dikaitkan dengan membaca juga, dan kalau senang baca sih biasanya enggak ada masalah kalau harus buat composition kan…..

Untuk mandarin,  harus menguasai betul-betul hanyu pinyin termasuk cara membaca dan menulisnya. Lainnya nanti sambil jalan bisa dipelajari dan dihafalkan.

Untuk matematika, bisa berhitung dan menulis dari 1 sampai 100, dan tambah kurang dari 1 sampai dengan 100 juga. Kalau ini bisa sih harusnya untuk kelas 1 SD pasti masih bisa mengikuti pelajaran matematika dengan baik.

Sisanya……ya enjoy the school aja deh, buat gua yang penting si bocah bisa have fun di sekolah dan gak terpaksa atau terbeban kalau pergi sekolah ya gua sudah cukup senang. Setelah pulang sekolah masih banyak waktu buat main, tidur siang, kadang-kadang nonton, les mandarin seminggu 2 kali, dan kadang-kadang pergi main keluar juga. Selama masih kelas 1 sih manfaatkan waktu main sepuasnya aja, soalnya katanya sih nanti di kelas 3 waktu santai udah nyaris gak ada karena penuh dengan PR dan exam…….tapi katanya lho ya…….gak tau juga kan belum ngalamin sendiri soalnya.

Menurut gua sih sekolah di manapun pasti ada plus minusnya, tergantung gimana orang tua di rumah yang mengarahkan juga. Tapi yang seneng dengan sekolah di sini tuh………….untuk anak kelas 1 gak ada jadwal ulangan harian dan ulangan umum yang bikin sutis, dan gak ada pelajaran hafalan. Yang perlu dihafal ya cuma tulisan mandarin (ya abis gimana lagi dong, mama papanya gak bisa nulis mandarin, jadi ya dihafal aja paling gampang). Untuk tenses sih sejauh ini karena si bocah rajin baca buku, jadi kurang lebih dia udah hafal banyak dari cerita yang dia baca.

Kira- kira sih seperti itu gambaran kelas 1 SD di sini. Semoga nanti tahun depan masih semangat nulis kayak gini lagi…………..

Author: cruiseoflife

Hi there. I'm from Indonesia but now live quite far away from my home country. I love cooking for my family. I learned how to cook for the first time from my mom and I believe that mom's cooking is always the best, and I do hope that my son will feel the same too even though he grows up so fast. I love Indonesian food as I grew up with it, and I promise to myself that my son, although he doesn't live in Indonesia right now, will always like and enjoy authentic Indonesian food. I make this blog so that my family will always remember our togetherness and happy time that we had, are having, and will have when we eat together and have good memories about a mother's love through her dishes. Hopefully these recipes will help other people to make healthy home cooked dishes for their families.

12 thoughts on “Sekolah SD Kelas 1 Di Singapore

  1. congrats ya udah naik kelas 2….

    baru tau kalo taun ajarannya itu ngikutin taun kalender ya…

  2. nice post, ternyata gambaran bahwa sistem pendidikan di Singapore sangat nge-drill anak salah ya,
    kalo gambaran di Indo, untuk sekolah basis Singapore biasa suka nge-drill anak, saya pernah visit beberapa sekolah international yg menganut Singapore system, seperti BBS, kesannya kok beda ya, murid2nya keliatan banget kalo under pressure dan ga enjoy learning, gurunya juga mayan galak2, muridnya di bentakin pada nunduk semua

    Kalo SD di Singapore apakah rata2 seperti di post Anda ? bagus sekali cara mengajarnya dan dilengkapi dgn pelajaran2 yg membantu bentuk karakter anak segala

    Di Indo ada ga ya yg sekolah kayak gini dengan biaya yg terjangkau ? mungkin kalo tau bisa tolong share infonya, karena anak saya dah mau masuk kelas 1 SD juga

    • Halo, salam kenal dan terima kasih ya sudah mampir kemari. Sekolah di sini memang pressurenya berat dan gak beda kok dengan sekolah2 di Jakarta. Cuma bedanya di sini pressurenya diberikan secara bertahap, dan baru nanti mulai kelas 3SD anak2 bebannya makin berat. Kalau masih kelas 1 dan 2 sih bebannya masih wajar menurut saya. Di sini jadwal resmi exam juga baru diberikan mulai kelas 3, dan mulai dari situ mereka harus bersaing habis2an karena kalau nilanya kurang bagus mereka tidak akan bisa masuk university di sini, jadi ini yang beda dengan di Indonesia. Kalau soal guru2 sih di sini juga banyak guru yang galak2 kok, hahaha…….cuma kalau saya lihat sih anak2 di sini lebih cuek ya, mungkin karena sebagian besar dari mereka sudah biasa ditinggal di childcare center seharian dari kecil, dan banyak yang sudah harus pulang pergi sekolah naik public transport sendirian sedari SD. Tipikal orang sini juga bukan yang bisa basa basi kayak orang Indonesia, jadi anak-anak dan orang tua murid juga sudah biasa mengahdapi guru yang kalau ngomong straight to the point dan gak pakai basa basi, hehehe…….Pertamanya sih saya kaget juga, tapi lama2 biasa karena orang sini tuh sangat mementingkan efisiensi waktu juga.

      Saya rasa sih garis besarnya sekolah2 di sini gak beda jauh dengan yang saya ceritakan, karena kan mayoritas sekolah adalah sekolah public (negeri) dan di bawah kendali Departemen Pendidikan. Jadi kurikulum dasarnya sama. Cuma tinggal pengembangan dan program2 tambahan di sekolah masing2 saja yang bebeda-beda. Ada juga sekolah2 terkenal yang katanya bebannya jauh lebih berat dan mendrill habis2an anak muridnya untuk mengejar nilai ujin nasional terbaik. Cuma kebetulan saya saat ini belum punya teman yang anaknya sekolah di sekolah tersebut, jadi kurang bisa cerita lebih jauh tentang itu.

      Bedanya dengan sekolah Indo yang katanya menganut sistem kurikulum Singapore adalah (kalau menurut saya pribadi), mereka cuma mengambil intisari kurikulum dan pelajaran yang harus diajarkan. Sedangkan the way of life dan the way of thinking-nya tidak didapatkan, mungkin juga karena kultur dan budayanya yang berbeda. Menurut saya pribadi malahan sekolah2 nasional di Jakarta kadang malahan jauh lebih bagus daripada sekolah2 yang katanya menganut sistem Internasional dengan biaya yang luar biasa mahal itu.

      Kalau memilih sekolah sih pertimbangan saya nomor satu adalah jarak yang dekat dari rumah, karena kasihan anak2 dari kecil sudah harus berjuang di tengah kemacetan hanya untuk sampai di sekolah. Kemudian sekolah yang mahal belum tentu bagus dan yang murah belum tentu jelek, yang penting disesuaikan dengan keadaan finansial saja. Kalau di Indo sepertinya harus banyak survey dan melihat apakah anaknya bisa enjoy di sekolah tersebut. Karena sebetulnya selain pendidikan di sekolah, pendidikan yang didapat di rumah juga jauh lebih penting. Semua sekolah pasti ada plus dan minusnya, baik di Indo atau di manapun juga, jadi bagaimana orang tua dan anak2 bisa menyesuaikan diri dengan sekolah tersebut adalah yang paling penting menurut saya.

      Semoga membantu……

  3. Info nya bagus banget nih… tapi masih ada yg aku ngak ngerti dan mau aku tanyakan berapa biaya nya ya untuk sekolah di sana? Dan apa nama sekolah yang di ceritakan di atas. Syarat supaya kita bisa sekolahin anak kita di singapur itu apa ya? Apakah kita sebagai ortu nya harus pr singapur? Aku ada anak yang sekarang akan naik ke kelas 2 dan 3 sd… lalu ada 1 anak yg masih di tingkat tk a… bisa tolong kasih info berapa biaya sekolah di singapura dan sekolah apa yg di rekomendasikan yang biaya nya ga terlalu mahal tp pendidikan nya masih oke… thanks alot ya, aku tunggu balasan nya…

  4. Hallo minta info lengkap nya dong untuk sekolah di singapura… apa nama sekolah yang di rekomendasikan? Dan berapa biayanya?

  5. Hallo, aku baru baca nih info yg di berikan cukup lengkap. Tp masih ada yg mau di tanyakan. Apakah kl kita mau sekolah kan anak di singapura kita sebagai orang tua harus pr singapura? Berapa biaya masuk sd ya kira2…? Nama sekolah yg di ceritakan di atas apa ya ci? Ada web nya ngak? Jd bisa kontak dengan sekolah nya… mau nya sekolah kan anak di singapura, aku baca biaya sekolah di singapura ngak terlalu mahal, bener ngak sih? Thanks alot ya mau berbagu informasi. Kl bisa lanjut di email ngobrol nya, banyak yang ingin aku tanyakan. Thx ya…

    • Halo Mbak Henny,
      info lengkap mengenai sekolah SD di Singapore bisa dilihat lengkap di website ini untuk lebih jelasnya: http://www.moe.gov.sg/education/admissions/primary-one-registration/

      Apabila ortu anak adalah foreigner dan tidak tinggal di Singapore, maka jika ingin menyekolahkan anaknya di SD di Singapore, satu hal yang harus diketahui adalah tidak bisa menghubungi sekolah langsung dan tidak bisa memilih sekolah yang diinginkan. Semua korespondensi, proses test masuk, penerimaan, dan pemilihan sekolah hanya bisa dilakukan melalui MOE (Ministry of Education) di Singapore. Untuk berkomunikasi dengan MOE ini bisa dilakukan melalui telepon ataupun email dan datanya sudah lengkap tersedia di website yang linknya saya sertakan di atas. Jadi ya nantinya ortu dan anak hanya bisa pasrah akan ditempatkan di sekolah manapun di seluruh Singapore. Dan perlu diketahui juga bahwa sekolah2 favorit dan popular tidak mungkin dimasuki oleh foreigner karena sekolah2 ini adalah “jatahnya” citizen dan jika masih ada tempat maka PR bisa masuk.

      Biaya sekolah untuk foreigner ASEAN adalah S$363 per bulan belum termasuk biaya lain2 seperti biaya kegiatan, field trip, dll tergantung sekolahnya tapi so far feenya masih reasonable kok. Biaya ini sama di semua public school (sekolah negeri). Biaya ini tentu berbeda untuk citizen dan PR yang lebih murah.

      Oya semua yang saya sebutkan di atas adalah untuk sekolah negeri. Untuk international school tentunya lebih gampang dan bisa berhubungan langsung dengan sekolah yang diinginkan tetapi biayanya sangat mahal. Untuk hal ini saya tidak ada referensi.

      Untuk anak yang ortunya tidak berdomisili di SG bisa sekolah dengan menggunakan student pass dan salah satu orang tua akan mendapatkan long term visit pass untuk mendampingi. Untuk hal ini perlu proses yang berbeda lagi di keimigrasian.

      Saran saya adalah lebih baik menghubungi MOE langsung secepatnya karena prosesnya tidak bisa cepat dan tahun ajaran baru di SG akan dimulai tanggal 2 Januari 2016.

      Demikian jawaban saya dan semoga membantu.

      • Ci… INI henny yang kemarin comment nya di reply sama cici… Aku uda buka MOE nya. Tp ada beberapa yang mau aku Tanya kan berdasarkan pengalaman cici saat daftarin anak nya masuk ke sekolah SD. Anak Ku tahun 2017 baru bisa masuk SD nya karna lahir 25feb 2011… Jadi masih ada waktu untuk ngumpulin data Dan uang hehe… Minta kontak wa nya dong ci… Aku wa nya 087882690073… Please add aku ya, biar aku ngak bingung. Kan seneng juga ya kl anak bisa sekolah di singapur biar masa depan nya lebih cerah… Thanks ya

      • Hai Henny, kalo ada yang mau ditanya tanya boleh langsung ke email aku aja ya nick_7896@yahoo.com

  6. salam….mbak….bisa kasih saya referensi nama sekolahpublik di singapore….untuk TK/SD/SMP….saya bersama teman teman di indonesia mau studi banding kesana…sedang mencari sekolah yang layak kami kunjungi….terimakasih infonya…mohon di balas ke email ku ya…..rahmawatiali41@yahoo.com. wa : 081296979262……terima kasih banyak ya…..sukses selalu.

    • Mbak, kalau untuk hal ini bisa dilihat langsung di website MOE (Minister of Education Singapore), nah di sana ada lengkap kok daftarnya, jadi bisa dipilih yang sesuai keinginan yang seperti apa. Atau bisa juga kirim email ke MOE langsung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s