Everyday Is A Miracle

Be happy and enjoy every single bite of it

Wonton Noodle Soup And Fried Wonton

Leave a comment

Berhubung oma Rafael lagi pulang kampung ke Jakarta, maka selama 2 minggu ini mamanya Rafel harus berjibaku mikirin menu masakan sehari-hari. Bukan cuma mikir aja tentunya, ya harus dimasak juga dong dan harus enak supaya bisa dimakan sama orang di rumah (kayaknya kalo gak enak juga gak ada yang berani gak makan deh, hihihi…..).

Waktu itu sih take it for granted aja deh, alias ambil gampangnya aja, mamanya mikir solusi paling gampang dan cepet adalah stock ayam, ikan, udang, babi, kentang (favorit anak gua), telor sebanyak-banyaknya di kulkas, terus tinggal digoreng-goreng aja deh. Goreng tepung, ikan goreng kuning, kentang goreng, telur goreng kornet atau sosis, mie goreng telor, terus tinggal tambahin satu macam sayuran tumis. Gampang kan….Apa daya sehari sebelum omanya pulang anakku tersayang kena radang tenggorokan parah plus batuk hebat sampai beberapa hari (kayaknya gara2 mamanya kasih makan udang sama ayam goreng tepung sehari sebelumnya karena udah gak ada ide mau masak apa deh….jadi merasa bersalah…). Terus papanya juga katanya tenggorokan udah agak2 sakit juga. Akhirnya rencana berubah total deh.

Berarti sekarang setiap hari harus masak yang berkuah-kuah dan gak boleh digoreng-goreng. Akhirnya browsing kesana kemari cari ide masakan dan menyesuaikan dengan stock bahan di kulkas. Hari pertama gampang, masih punya stock daging maling di kulkas, tinggal tambah kentang aja. Eh, ternyata selama sakit ini si bocah agak ogah makan kentang sup yang biasanya doyan banget. Ya sudah diganti sama makaroni aja, tapi kentangnya tetep dikasih dong. Karena buat nelen sakit, si bocah juga gak mau makan nasi. Akhirnya cepet2 dibuatin makaroni schotel seloyang kecil aja. Untung mau dan habis.

Hari kedua masak kwetiau kuah bakso ikan yang resepnya udah dishare sebelumnya. Jadi postingan2 selanjutnya akan diisi dengan banyak resep masakan ala gua, sekalian buat catatan kalau nanti my lovely mother lagi gak di sini gua masih punya ide masak apaan. Gua udah buat list masakan sampe minggu depan, pas anak gw tanya kok yang buat besoknya gak ada, gua jawab aja itu biar oma aja yang mikir, kan oma udah dateng, hehehe……

Soalnya gua emang jarang masak, jarang turun ke dapur, dan kalaupun masak pake feeling sekenanya aja asal cemplung2 bahan gak pakai takeran. Tapi masih bisa dimakan kok, beberapa yang nyicipin bilang enak (gak semua masakan tentu saja, ada yang asal ngawur dan bener-bener gak enak ya ada juga sih). Tapi yang gak enak ya gak gua posting di blog dong.

Semua resep ini adalah masakan rumahan yang sederhana banget buat makan kita sehari-hari. Berhubung selera kami ini Indonesia dan Chinese Food banget, ya masakan dan bahannya gak jauh-jauh dari itu lah pokoknya.

Kali ini mau nyobain buat Hong Kong Wonton Noddle Soup. Gara-garanya abis makan menu ini di Sembawang minggu sebelumnya. Satu porsi dengan jumlah pangsit beberapa biji aja harganya lebih dari 13 dollar, dan dibagi berempat, jadinya gak puas.

Setelah googling sana sini mencoba mencari resep aslinya kayak gimana, akhirnya ketemulah resep yang ternyata ribet juga, tapi gak papalah udah terlanjur kepengen soalnya.

Pertama tentu sana bikin kuahnya dulu, terus pangsitnya, baru deh diracik sama mie dan sayuran rebus. Kalau di resep aslinya, kuah kaldunya adalah perpaduan dari ayam dan babi. Untung punya tulang babi dan ayam di kulkas, jadi mari kita coba:

Membuat Kuah Kaldu:

Bahan:

1. Tulang ayam

2. Tulang babi

3. Dried shrimp alias ebi (karena gak punya gua akalin dengan motong udang kecil-kecil terus digoreng sampai garing banget)

4. Jahe (gak pakai karena gak ada stock)

5. Bawang putih cincang halus (jumlah cukup banyak)

6. Daun bawang potong halus, tong cai

7. Gula, garam, kecap asin

Cara membuat:

1. Di slow cooker, masak kaldu ayam dan babi dengan merebus tulang ayam dan babi semalaman

2. Pindahkan ke panci masak di kompor dengan api sangat kecil bersama jahe, dried shrimp, bawang putih

3. Sebelum diangkat masukkan daun bawang dan tong cai

Baunya beda dengan kalau kaldunya ayam saja, rasanya juga beda karena ada udangnya

Membuat Pangsit:

Pangsit ini sih signature dish nyokap gua deh, gua cuma tinggal tiru plek aja. Semua yang nyobain pasti bilang enak banget, ya iyalah soalnya isinya babi campur udang gak pakai dicampur tepung2 lagi, alias berasa daging semuanya. Aslinya di restoran Hong Kong sih udangnya diselipin gitu aja gak dicincang halus, tapi di sini gua cincang halus supaya lebih menyatu sama daging babinya.

Bahan:

1. Daging babi has dalam dan udang dengan perbandingan 2:1, artinya babinya lebih banyak dari udangnya kira-kira  2 kalinya

2. Bawang putih goreng (dibanyakin biar wangi)

3. Daun bawang potong halus sekali

4. Garam, gula, kecap asin

5. Telur ayam (gua pakai 1 butir)

6. Kulit pangsit

Cara Membuat:

1. Blender daging babi, udang, telur, bawang putih goreng, garam, dan kecap asin sampai halus

2. Taruh adonan di piring dan campur dengan daun bawang

3. Isikan dalam kulit pangsit

4. Rebus dalam air mendidih dengan api kecil sampai kulit pangsit layu dan daging empuk

Gaya melipat pangsit ada macam-macam, ini yang paling gampang yang gua tau

Wonton Noodle Soup:

1. Tata mie yang sudah direbus (bisa mie apa saja tapi lebih cocok kalau mie yang biasa dipakai di restoran yaitu mie panjang kurus), sayuran rebus, dan pangsit rebus di mangkuk

Tiga mangkuk mie (besar, sedang, kecil) untuk dimakan bertiga

2. Siram dengan kuah kaldu

Siap dimakan

Oya, selain direbus, pangsit ini bisa juga digoreng dan makannya tinggal dicocol sambal atau bisa juga disiram kuah seperti di bawah ini:

Gambar kanan bawah: paling enak makan ini sama kecap dan sambel yang buanyak

Tapi terus terang pangsit yang beli di supermarket sini kurang enak buat digoreng, rasanya lain aja gitu dan gak crunchy banget. Mau cari merek lain gak ada, adanya cuma itu aja. Rafael gak suka kalau pangsit ini digoreng. Jadi dia udah nitip oma kulit pangsit dari Jakarta kalau nanti oma datang ke sini, hahaha……

 

Author: cruiseoflife

Hi there. I'm from Indonesia but now live quite far away from my home country. I love cooking for my family. I learned how to cook for the first time from my mom and I believe that mom's cooking is always the best, and I do hope that my son will feel the same too even though he grows up so fast. I love Indonesian food as I grew up with it, and I promise to myself that my son, although he doesn't live in Indonesia right now, will always like and enjoy authentic Indonesian food. I make this blog so that my family will always remember our togetherness and happy time that we had, are having, and will have when we eat together and have good memories about a mother's love through her dishes. Hopefully these recipes will help other people to make healthy home cooked dishes for their families.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s