Everyday Is A Miracle

Be happy and enjoy every single bite of it

Tahu Bacem

Leave a comment

Punya stock tahu putih di kulkas, tadinya mau digoreng tapi karena lagi pada batuk ya udah dibacem aja deh. Udah lama banget gua gak bikin tahu tempe bacem sendiri. Dulu banget waktu jama SMA gitu gua gandrung2nya sama tahu tempe bacem, tiap minggu pasti minta makan menu ini (duh gampang banget gak sih gua jaman dulu itu, menu makanan kedoyanannya murah meriah gampang kan, hehehe….). Karena orang2 rumah udah pada eneg makannya dan nyokap gua juga bosen deh bikin beginian tiap minggu, akhirnya dia suruh gua bikin sendiri, yang ternyata guampang banget ya……

Akhirnya tiap minggu gua masak ni tahu tempe bacem sendiri, ngulek2 bawang sendiri, goreng sendiri, dan makan sendiri pake cabe rawit ijo berbiji-biji (ya iyalah yang lainnya udah pada bosen kali….). Kebiasaan itu berlangsung cukup lama lho. Sampai suatu saat gua tiba2 bosen sendiri dan sampai bertahun-tahun ogah makan tahu tempe bacem. Sampe nyokap gua masak pun gua gak pernah sentuh. Baru bertahun-tahun kemudian gua mau makan lagi, itupun paling 1/2 – 1 potong aja dan gak setiap saat mau, sampai dengan sekarang.

Sekarang pun gua entah kenapa gak doyan2 banget ya, gitu2 aja deh, apalagi di sini gak ada cabe rawit. Cuma demi memanfaatkan tahu di kulkas yang gak bisa digoreng, akhirnya kepikiran dibacem aja. Siapa tau dengan buat sendiri gua tiba-tiba jadi doyan lagi kan. Karena udah lama gak bikin, udah lupa resepnya, browsing cari2 resep yang pas. Daku gak punya langkuas ternyata, akhirnya nyari di pasar yang berakhir dengam gondok karena pas bayar harga langkuas kok mahal banget sih. Cari daun salam gak ketemu akhirnya diskip aja deh bahan ini.

Cara buatnya as usual kira2 aja gua sih, dan campuran resep sana sini aja deh soalnya bingung gak ada yang sama. Gua udah khawatir aja rasanya bakalan kayak gimana nih, enak gak ya kira2, eh dasar emang ilmu kira2 gua lagi berfungsi dengan baik, ternyata rasanya enak……..tapi gua gak main asal kira-kira kok, bahasa kerennya sih modofikasi dari resep yang ada.

Rafael juga doyan dan sempet nggado juga. Biasanya kan kalo snack dia mintanya biskuti atau roti, eh ini ditawarin tahu bacem mau lho. Papanya juga bilang enak. Bumbunya juga meresap banget ke tahunya karena direndam dulu dan terus dimasak di kompor dengan api kecil sekali.

Terus kan harusnya tahu bacem digoreng ya, kalo gak digoreng kan gak enak dong. Iya tadinya gua pikir gak usah digoreng karena nyerep minyak, tapi setelah liat penampakannya sebelum digoreng kok gak meyakinkan, akhirnya gua panggang pake wajan teflon pake minyak setetes aja. Untung hasilnya bagus kayak digoreng dan gak berminyak sama sekali. Lebih enak juga karena bawang putih halusnya gua olesin di tahunya dan karena dipanggang jadinya nempel bumbunya. Kalau digoreng kan bumbunya masuk ke minyak bikin kotor minyak aja.

Jadi lain kali, tahu tempe bacem gak perlu digoreng, cukup dipanggang aja rasanya juga gak kalah kok malahan lebih enak karena gak berminyak.

Ini dia resep lengkapnya:

Bahan:

1. Tahu putih sedang 4 buah, potong menjadi 2 bentuk segitiga

2. Lengkuas sebesar jari tangan, keprek/memarkan langkuas, dan daun salam

3. Ketumbar bubuk 1/2 sendok teh

4. Air kelapa (gua pakai kalengan soalnya mahal kalau kelapa utuh di sini)

5. Gula merah kira2 1/3 bagian iris halus

6. Air asam kira2 5 sendok makan

7. Kecap 1 sendok teh

8. Bawang putih dan merah tumbuk halus (karena gak punya bawang merah, gua pakai bawang putih 5 siung)

9. Garam secukupnya

Cara membuat:

1. Masukkan tahu ke panci, tuang air kelapa sampai kira2 tahu terendam. Kalau kurang air kelapanya tambah air saja

2. Masukkan air asam, gula merah, kecap, ketumbar, daun salam, lengkuas, bawang halus, garam, aduk sebentar

3. Diamkan selama 30 menit sampai 1 jam

4. Masak di kompor dengan api kecil sampai air hampir habis

5. Dinginkan sebentar, dan panggang di wajan teflon dengan api kecil sampai coklat kedua sisinya

6. Hidangkan dengan cabai rawit

Gambar kiri: tahu ketika proses memasak
Gambar kanan: tahu menjadi lebih coklat ketika proses memasak selesai

Gambar kiri: dipanggang di wajan teflon
Gambar kanan: tahu yang sudah matang dan siap dimakan

Author: cruiseoflife

Hi there. I'm from Indonesia but now live quite far away from my home country. I love cooking for my family. I learned how to cook for the first time from my mom and I believe that mom's cooking is always the best, and I do hope that my son will feel the same too even though he grows up so fast. I love Indonesian food as I grew up with it, and I promise to myself that my son, although he doesn't live in Indonesia right now, will always like and enjoy authentic Indonesian food. I make this blog so that my family will always remember our togetherness and happy time that we had, are having, and will have when we eat together and have good memories about a mother's love through her dishes. Hopefully these recipes will help other people to make healthy home cooked dishes for their families.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s